Ketika (tukang) Gula Mengurusi Tiket

Leave a comment

Entah apa yang saya dan anda pikirkanmengenai judul diatas, sementara di luar sana sedang riuh, gegap gempita berebut tiket nonton bola.

Dan solusi mana yang tepat untuk memecahkan soal itu,  tapi ada pendapat dari teman saya yang tukang parkir, yang kerjanya tiap hari nyobek’i tiket parkir, dia bilang, “Puluhan tahun saya ngurusi tiket, ndak ada yang kompllin atau protes, mungkin saya orang yang tepat.”

Bowo yang kerjanya sebagai kasir Bank nggak mau kalah, “Saya tiap hari megang dan ngurus uang, ndak pernah korupsi, sering setor sana setor sini, selama ini aman, kalaupun korupsi paling boss saya, mungkin saya lebih tepat ngurusi tiket.”

Lain lagi temen saya yang jadi makelar gula, “Saya lebih berpengalaman, saya bisa mencari semurah-murahnya, dan menjual semahal-mahalnya, saya bisa membantu orang yang butuh gula sekaligus yang menjualnya, meski penjual dan pembeli sama-sama berisiko sakit gula akibat ulah saya, toh hukum tak pernah mempersoalkannya.”

Wakakakakakakaka; dari semua yang sanggup saya terpana dengan teman saya yang broker gula….

Mengejar Kereta

1 Comment

Kereta,
begitu kata yang ku toreh untuk mengawali blog saya ini, mungkin blog ini akan di penuhi gambar kereta atau sepur.

Bukan hoby sebenarnya, karena tangisan anak untuk minta mengejar sepur yang membuat saya akhirnya keranjingan memburu kereta, “Edan Sepur”

Hello world!

1 Comment

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.